Pewahyuan dan Pemeliharaan kitab suci Al-Qur'an
Pewahyuan dan Pemeliharaan Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril dalam kurun waktu 22 tahun 2
bulan 22 hari.Dalam proses pewahyuannya Al-Qur’an ,terdapat beberapa cara untuk
menyampaikan wahyu yang dibawa malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad,diantaranya
: Malaikat Jibril memasukan wahyu kedalam hati Nabi,Malaikat menampakkan
dirinya kepada Nabi menjadi seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata kepadanya
sehingga Nabi mengetahui dan dapat menghafalkan kata-kata itu,wahyu datang
kepada Nabi seperti gemerincingnya lonceng,Malaikat menampakkan dirinya
sebagaimana rupa aslinya.Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab suci yang
dijaga kemurniannya langsung oleh Allah SWT.Dalam surah Al-Hijr ayat 9 Allah
berfirman,’’Sesungguhnya ,Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang
memeliharanya .Penegasan ini membuktikan bahwa Al-Qur’an selalu terjaga dari
pemalsuan hingga akhir zaman.Al-Qur’an merupakan Kalamullah sehingga tak mudah
untuk memalsukannya.Dalam sejarah usaha pemeliharaan dan pemurnian Al-Qur’an
terbagi menjadi tiga fase ,yang mana tiap fase itu memiliki nilai-nilai religi
yang terselip didalamnya.Tiga fase itu adalah pemeliharaan dan pemurnian Al-Qur’an
pada zaman Rasulullah SAW,pemeliharaan dan pemurnian Al-Qur’an pada zaman
sahabat atau masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin ,dan pemeliharaan dan
pemurnian Al-Qur’an pada zaman sekarang.Kali ini yang akan saya bahas yaitu
pada zaman sahabat Rasulullah yang terjadi dalam dua tahap.Pertama pemeliharaan
dan pemurnian Al-Qur’an dalam masa Abu Bakar , tragedi berdarah di peperangan
Yamamah yang menumbangkan 70 orang sahabat yang mana mereka itu adalah Hafidz
Qur’an yang dicermati dengan kritis oleh seorang Umar bin Khattab,hingga suatu
ketika muncul gagasan dari beliau dengan mengusulkan kepada Abu Bakar agar
segera mengumpulkan tulisan-tulisan Al-Qur’an yang pernah ditulis oleh beberapa
orang yang dipercaya oleh Rasulullah pada masa hidupnya.Pada awalnya Abu Bakar
keberatan dengan gagasan Umar , dengan argumen belum pernah dilakukan oleh Baginda
Nabi .Alhamdulillah Umar berhasil meyakinkan Abu Bakar sehingga dibentuklah tim
yang dipimpin oleh Zaid bin Tsabit dalam rangka merealisasikan perintah dan
tugas suci tersebut.Zaid bin Tsabit melakukan tugas yang berat dan mulia
tersebut dengan sangat teliti dibawah bimbingan Abu Bakar dan Umar .Sumber
utama penulisan tersebut adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang dihafal oleh para
sahabat dan yang ditulis atau dicatat di hadapan Nabi.Dalam proses
penyusunannya tim Zaid mengalami kesulitan saat tidak menemukan naskah mengenai
ayat 128 dari surah At-Taubah.Tapi Alhamdulillah naskah tersebut ditemukan oleh
sahabat yang bernama Abu Khuzaimah Al-Anshari.Kedua, pemeliharaan dan pemurnian
Al-Qur’an pada zaman Usman bin Affan.Pada zaman pemerintahan Usman,wilayah
Negara Islam telah meluas sampai ke Tripoli Barat,Armenia,dan Azarbaijan.waktu
itu Islam sudah masuk wilayah Afrika,Syiriah dan Persia.Para Hafidz juga sudah
mulai tersebar dibelahan daerah Timur Tengah dan sekitarnya,sehingga menimbulkan
masalah baru,yaitu silang pendapat mengenai Qiraat Al-Qur’an.Pada saat perang
antara Armenia dan Azarbaijan diantara orang yang menyerbu kedua kota tersebut
adalah Khuzaifah bin Al-yaman.Beliau telah menemukan banyak perbedaan dalam
cara-cara membaca Al-Qur’an ,parahnya sebagian Qiraat itu bercampur dengan
kesalahan.Masing-masing mempertahankan bacaannya serta menentang setiap bacaan
yang tidak berasal dari gurunya.Menyaksikan keadaan yang memprihatinkan ini
Khuzaifah segera melaporkan kepada Khalifah Usman.Usman pun segera mengundang para
sahabat bermusyawarah mencari jalan keluar dari masalah tersebut.Akhirnya
dicapai kesepakatan agar mushaf Abu Bakar disalin kembali menjadi beberapa mushaf
untuk dijadikan rujukan apabila terjadi perselisihan kembali tentang cara
membaca Al-Qur’an.Mushaf yang dituliskan pada masa Usman lah yang kemudian
dijadikan sebagai rujukan sampai zaman sekarang.
Opini
: ‘’Pemeliharaan dan Pemurnian Al-Qur’an hendaknya kita lanjutkan sebagai
bentuk rasa taqwa kepada Allah SWT apalagi sekarang kita hidup pada zaman yang
ramah teknologi jadi semua lebih mudah dan praktis ,mencetak dan membukukan
Al-Qur’an juga semakin mudah jadi tidak ada alasan untuk tidak ikut serta dalam
upaya pemeliharaan dan pemurnian kitab suci Al-Qur’an,semoga kita termasuk dalam
golongan orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.’’
Komentar
Posting Komentar