Asbābun Nuzūl

 


Asbābun Nuzūl (اسباب النزول) atau sebab-sebab turun (suatu ayat) adalah yang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para ulama maupun kaum awam untuk menemukan pemahaman dari suatu kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hikmah di balik kisah diturunkannya suatu ayat mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yang kukuh untuk menyelami makna suatu ayat Al-Qur’an. Ibnu Al-Mandzur dalam buku Lisanul Arab menyebut, secara etimologi kata asbab adalah bentuk plural dari kata sabab yang berarti sesuatu yang mengakibatkan pada suatu  yang lain. Atau dalam bahasa Arabnya disebut kullu syai-in yutawasshalu bihi ila ghairihi. Sedangkan kata nuzul berarti menempati (hulul). Orang Arab mengistilahi seseorang yang singgah di suatu kaum dengan istilah nazil. Selain itu, kata nuzul juga menurutnya memiliki arti turun, seperti kata turun dalam kalimat nazala min fauqi ila asfal (turun dari atas ke bawah). Sehingga menurut beliau, nuzul atau nazala memiliki dua arti, yakni menempati dan turun. Sedangkan secara terminologi, menurut Muhammad Abdul Adhim Az-Zarqani dalam kitabnya Manahil al-Irfan, asbabun nuzul merupakan suatu ayat yang diturunkan dengan berkenaan suatu kejadian atau peristiwa sebagai keterangan hukum pada hari kejadian. Banyak pengertian yang dirumuskan oleh para ulama’, diantaranya adalah:           

1.      Subhi Shalih menta’rifkan (ma’na) asbabun nuzul ialah:

ما نزلة الأية او الآيات بسببه متضمنة له أو مجيبة عنه أو مبينة لحكمه زمن وقوعه.

“Sesuatu yang dengan sebabnyalah turun sesuatu ayat atau beberapa ayat yang mengandung sebab itu, atau memberi jawaban tentang sebab itu, atau menerangkan hukumnya; pada masa terjadinya peristiwa itu.”

 Yakni, sesuatu kejadian yang terjadi di zaman Nabi Saw, atau sesuatu pertanyaan yang dihdapkan kepada Nabi dan turunlah suatu atau beberapa ayat dari Allah Swt yang berhubungan dengan kejadian itu, atau dengan penjawaban pertanyaan itu baik peristiwa itu merupakan pertengkaran, ataupun merupakan kesalahan yang dilakukan maupun merupakan suatu peristiwa atau suatu keinginan yang baik.  

2.      Mana’ Al-Qaththan:

ما نزل قران بشأنه وقت وقوعه كحادثة أو سؤال

Artinya: “Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya al-Qur’an, berkenaan dengan waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada Nabi”.

Ilmu Asbabun Nuzul adalah Ilmu yang dengannya diketahui sebab turunnya suatu ayat atau beberapa ayat al-quran yang hanya dapat diperoleh melalui riwayat para sahabat, baik yang dialaminya secara langsung bersama-sama Rasulullah S.A.W. sendiri atau yang diterimanya dari sahabat lain yang menghadiri peristiwa yang menjadi sebab turunya sesuatu ayat atau beberapa ayat kepada Rasulullah S.A.W. Allah menjadikan segala sesuatu melalui sebab-musabbab dan menurut  suatu ukuran. Tidak seorang pun manusia lahir dan melihat cahaya kehidupan tanpa melalui sebab-musabbab dan berbagai tahap perkembangan. Tidak sesautu pun terjadi di dalam wujud ini kecuali setelah melewati pendahuluan dan perencanaan. Itulah sunnatullah (hukum Allah) yang berlaku bagi semua ciptaan-Nya, “dan engkau tidak akan menemukan perubahan pada sunnatullah” (QS. Al-Ahzab, 62).

 

 

Opini : “Sebagai umat yang beriman dan bertaqwa kita harus meyakini bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan memiliki alasan dan sebab-sebab tertentu, pada dasarnya tiap ayat yang ada didalam Al-Qur’an memiliki hubungan satu sama lain yang tidak dapat terpisahkan karena semua hal telah diatur oleh Allah SWT didalam Al-Qur’an sehingga sampai saat ini Al-Qur’an masih dijadikan sebagai pedoman hidup umat Islam”.  

 

 

 

                                                  

 

 

 

 

 

 

Komentar