Manusia dan Agama
#Bisakah manusia hidup tanpa agama?
Bisa
-jika agama dimaknai hanya sekedar formalitas
-joka agama hanya sebagai identitas
Tidak
-jika agama dimaknai sebagai fitrah keberkahan
-jika agama dimaknai sebagai keyakinan adanya kekuatan superior diluar kemampuan manusia
#Manusia dalam Al-Qur'an
Al-Basyar
Biasa disebut human being, manusia yang (sekedar) ada;
•Manusia biasa, tidak memiliki "kesaktian" apapun; Cenderung diam dan menerima apa adanya;
• Kehadirannya . tidak membawa angin perubahan apapun;. Bukan tipe ideal, sebab tidak mampu membawa manfaat bagi orang lain.
Al-Insan
Makhluk yang menjadi, yang selalu berproses (human becoming); Memiliki karakter bergerak dinamis menuju arah. kesempurnaan; Keberadaannya akan membawa manfaat bagi orang lain; Tipe manusia ideal;Mengandung makna 'spirit ketuhanan', karena ia adalah manusia yang bercita-cita agung.
An-Nas
Merujuk pada arti manusia secara luas, bukan sekedar individu;
• Biasa diterjemahkan dalam bahasa Inggris, people, yang berarti rakyat;
. Dalam konteks sosiologis, kata ini berarti rakyat umum tanpa memandang perbedaan status sosial; Term ini lebih bersifat general dan tidak memihak; Tuhan menyebut dirinya sebagai rabbi al-nas (yang mengatur manusia).
#Manusia menurut para Tokoh
Sokrates mendekati manusia sebagai individu, sementara Plato melihat manusia dari sudut kehidupan sosial dan politiknya.
Sastrapratedja: manusia adalah makhluk yang historis.
Comte mengatakan bahwa "mengenal diri adalah mengenal sejarah", manusia tidak cukup apabila hanya dilihat dari sudut fisika, kimia, dan biologi saja.
Ernst Cassirer: manusia tidak dapat didesinisikan berdasarkan sifat metafisik dan fisiknya. Ciri utama manusia terletak pada karyanya
#Bahan penciptaan manusia
1. Unsur Materi (QS. As-Sajadah 7)
الذي أحسن كل شيء خلقه وبدأ خلق الإنسن من طين Artinya: "Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah."
Tanah=>Fisik
Manusia materi=>Manusia rendahan
2. Unsur Non Materi (Ass-Sajdah: 9)
ثم سويه ونفخ فيه من روحه وجعل لكم السمع والأبصار والأفدة قليلا ما تشكرون
Artinya: "Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur."
Nafkah=>Ruh
Manusia spiritual=>Manusia mulia
#Beberapa Teori tentang Agama
1. Edward B. Tylor (1832-1917): Teori Animisme dan Evolusi Agama. • Tiga tahap perkembangan evolusi agama dari animistik, politeistik, ke monoteistik.
2. J.G. Frazer (1854-1941). Teori Magis.
Magis adalah tindakan manusia untuk mencapai suatu maksud dengan melalui kekuatan gaib-luar biasa yang ada di alam.
3. Emile Durkheim (1859-): Teori Sentimen Kemasyarakatan. Agama muncul karena adanya getaran jiwa yang berupa rasa cinta terhadap masyarakatnya. Totem merupakan benda-benda keramat sebagai lambang suatu masyarakat.
4. Andrew Lang (1844-1912): Teori Monoteisme'. • Keyakinan adanya dewa tertinggi yang dipandang sebagai Pencipta alam, penjaga ketertiban alam dan kesusilaan.
#Unsur-unsur Agama:
-Emosi Keagamaan
-Upacara Keagamaan
-Tempat dan Peralatan peribadatan.
-Kelompok Penganut
-Sistem Keyakinan
#Fungsi Agama
-Agama menyajikan dukungan moral dan sarana emosional, pelipur lara, dan rekonsiliasi di saat manusia menghadapi ketidakpastian dan frustasi.
-Agama menyajikan sarana hubungan transendental melalui amal ibadat, yang menimbulkan rasa damai dan identitas baru yang menyegarkan
-Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai-nilai
-Agama mengesahkan, memperkuat, memberi legitimasi dan mensucikan nilai dan norma masyarakat.
-Agama memberikan status atau identitas baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individual melalui berbagai krisis rites.
Komentar
Posting Komentar