Al-Qur’an sebagai sumber materiil dalam kehidupan islami
Seperti yang kita telah tahu bahwa Al-qur’an
adalah sumber utama dalam segala hal di dalam islam. Alqur’an berasal dari kata وقرانا- قراة- يقرا - ا قر yang
berarti sesuatu yang dibaca atau berarti bacaan. Sedangkan, secara istilah
Alqur’an adalah kallamillah yang
diturunkan melalui nabi Muhammad dalam bahasa Arab agar menjadi hujjah bagi
rasul bahwa dia adalah utusan yang terakhir, dan agar menjadi pelajaran bagi
orang yang mengikuti petunjuknya.
Dalam
pemanfaatan dalam kehidupan umat muslim, Al-qur’an memilki beberapa fungsi
utama yaitu: pertama sebagai sumber pokok dan utama dari segala sumber-sumber
hukum yang ada. Kedua sebagai penuntun manusia dalam merumuskan semua hukum,
agar tercipta kemaslahatan dan keselamatan harus berpedoman dan berwawasan Al-qur’an.
Lalu, ketiga adalah sebagai petunjuk yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia
dengan penuh rahmat kepada kebahagiaan umat manusia baik di dunia maupun di akhirat
dan sebagai ilmu pengetahuan.
Selain fungsinya, memiliki
beberapa isi kandungan, yaitu: Pertama, Tauhid, atau kepercayaan atas
ke-esaann Allah SWT dan semua yang berhubungan dengan-Nya. Kedua, Ibadah, yaitu
semua bentuk perbuatan sebagai wujud dari kepercayaan ajaran tauhid. Ketiga,
Janji dan ancaman, yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau
mengamalkan isi Alquran dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkari. Keempat,
Kisah umat terdahulu, seperti para Nabi dan Rasul serta kisah orang-orang saleh
ataupun kisah orang yang mengingkari kebenaran Alquran agar dapat dijadikan
pembelajaran.
1.
Al-quran memiliki beberapa nama lain,
yaitu:
o
Al-Furqan
(Pembeda benar salah)
o
Adz-Dzikr
(Pemberi peringatan)
o
Al-Mau’idhah
(Pelajaran/nasihat)
o
Al-Hukm
(Peraturan/hukum)
o
Al-Hikmah
(Kebijaksanaan)
o
Asy-Syifa’
(Obat/penyembuh)
2.
Fungsi Al-Qur’an dalam kehidupan manusia
a. Sebagai
petunjuk jalan yang lurus
Al-Qur’an memberikan
petunjuk agar umat manusia dapat terus berjalan di jalan yang lurus. Hal yang
di maksud adalah manusia harus hidup dengan baik dan benar atau dalam
istilahnya adalah di jalan yang luru. Di dalam Al Quran sudah dijelaskan mana
yang salah dan mana yang benar, serta peringatan-peringatan agar terus bertakwa
kepada Allah.
b. Merupakan
mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW
Al-Qur’an adalah mukjizat yang diberikan kepada Nabi
Muhammad SAW. Berbeda dengan nabi-nabi lainnya yang diberikan mukjizat seperti
berbicara dengan binatang, menyembuhkan penyakit, dan lain sebagainya. Al Quran
merupakan sumber dari segala sumber hukum dan penyempurna dari kitab-kitab yang
terdahulu.
c. Menjelaskan kepribadian manusia
Fungsi Al Qur’an selanjutnya adalah menjelaskan kepribadian
manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya yang ada di bumi. Manusia adalah
makhluk yang diberikan akal, bisa membedakan baik dan buruk dan membuatnya
berbeda dengan binatang yang sama-sama ciptaan Allah.
d. Merupakan penyempurna bagi kitab-kitab
sebelumnya
Sebelum Al Qur’an ada
beberapa kitab Allah yang juga diturunkan kepada para nabi seperti Injil,
Taurat dan Zabur. Kitab-kitab Allah sebelumnya ditujukan hanya pada umat pada
zaman tersebut saja, berbeda dengan Al Quran yang digunakan sampai akhir zaman.
e. Menjelaskan
masalah yang pernah diperselisihkan umat sebelumnya.
Di dalam Al Quran terdapat cerita-cerita dari
masa lalu yang kemudian berdasarkan kisah umat terdahulu kita bisa belajar agar
tidak mengulangi kesalahan yang pernah mereka buat sebelumnya.
f.
Al Quran memantapkan iman Islam
Dengan membaca Al Qur’an,
mempelajarinya dan mengamalkannya, kita bisa memantapkan iman kita. Isi Al
Qur’an akan membuat kita semakin yakin bahwa agama Islam adalah agama yang
memang harus dianut.
g. Tuntunan dan hukum untuk menjalani kehidupan
Al Qur’an berisi tentang hukum dan juga tuntunan
manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Di dalam Al Quran mengatur
bagaimana tentang berhubungan dengan orang lain, berdagang, warisan, zakat, dan
masih banyak lagi.
A.
Hadist sebagai sumber materiil dalam kehidupan
islami
Setelah Al-qur’an, Hadist
memiliki posisi yang penting dalam mempelajari islam atau sebagai sumber materi
kehidupan. Hadis secara bahasa memiliki arti jadid atau lawan, qadim atau baru,
qarib yang berarti dekat, dan khobar yang artinya kabar atau warta. Sedangkan,
secara istilah hadis berarti segala ucapan, perbuatan, dan keadaan nabi yang
diriwayatkan oleh perawi. Adapun Hadist atau Al-Sunnah terbagi menjadi empat
macam, yakni:
Pertama,
Sunnah Qauliyah, yaitu semua perkataan Rasul.
Kedua,
Sunnah Fi’liyah, yaitu semua perkataan Rasul.
Ketiga, Sunnah Taqririyah, yaitu penetapan dan
pengakuan Nabi terhadap pernataan atau perbuatan orang lain.
Keempat, Sunnah Hammiyah, yaitu sesuatu yang telah direncanakan
akan dikerjakan tapi sampai dikerjakan.
Kemudian, sama seperti Al-qur’an,
Hadist tentu memiliki fungsi sebagai
sumber materi kehidupan di dalam islam setelah Alquran.
1. Yaitu menegaskan lebih lanjut ketentuan yang
terdapat dalam Alqur’an.
2. Sebagai
penjelasan isi Al-Qur’an.
3. Untuk menambahkan atau mengembangkan sesuatu
yang tidak ada atau samar-samar ketentuannya di dalam Al-Qur’an.
Sehingga, dengan adanya Hadis
atau Al sunnah, maka apa-apa yang terletak di dalam Alquran menjadi lebih mudah
untuk dipahami oleh umat muslim guna mengamalkannya sebagai sumber materil
kehidupan.
B.
Alam semesta sebagai sumber materiil dalam
kehidupan islami
Alam semesta adalah ruang dimana
di dalamnya terdapat kehidupan biotik maupun abiotik serta segala macam
peristiwa alam yang dapat diungkapkan maupun tidak. Diturunkannya Alquran dan
adanya Hadis tentu memiliki kaitan erat dengan alam semesta yang manusia
tinggali. Alam semesta dalam perspektif Alquran dapat dipahami sebagai
bentangan unsur-unsur yang saling mempunyau keterkaitan. Karena pada
hakikatnya, alam semesta dipahami sebagai wujud dari keberadaan Allah, dan alam
semesta beserta seluruh isinya tidak akan ada tanpa keberadaan Tuhan. Tujuan
penciptaan alam semesta tentu bukan hal yang main-main. Allah selalu memberikan
makna pada setiap ciptaannya sekecil apa pun itu. Dalam perspektif islam,
tujuan penciptaan alam semesta pada dasarnya adalah untuk sarana menghantarkan
manusia pada pengetahuan dan pembuktian mengenai keberadaan Allah. Adanya
langit dan bumi misalnya, adalah petunjuk yang sangat jelas mengenai keberadaan
sang pencipta. Oleh karena itu, dengan mempelajari alam semesta dan apa yang
ada di dalamnya, maka manusia akan sampai pada pengetahuan bahwa Allah adalah
sang pencipta itu sendiri.
·
Tujuan
penciptaan alam semesta
a. Sarana
untuk menghantarkan manusia pada pengetahuan dan pembuktian tentang keberadaan
dan kemahakuasaan Allah. Adanya alam semesta ini mewajibkan adanya zat yang
mewujudkanya. Keberadaan langit dan bumi mewajibkan adanya sang pencipta yang
menciptakan keduanya. Keberadaan alam semesta merupakan petunjuk yang sangat
jelas, tentang adanya keberadaan Allah sebagai Tuhan maha pencipta. Karenanya,
dengan mempelajari alam semesta, manusia akan sampai pada pengetahuan bahwa
Allah adalah zat yang menciptakan Alam semesta.
b. Alquran
secara tegas menyatakan bahwa tujuan penciptaan Alam semesta adalah untuk
memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda keberadaan kekuasaan Allah. Disamping
sebagai sarana untuk menghantarkan manusia akan keberadaan dan keMaha kekuasaan
Allah, dalam presfektif islam, alam semesta beserta segala sesuatu yang berada
didalamnyadiciptakan untuk manusia.
c. Fungsi
konkret alam semesta adalah fungsi rubbubiyahyang diciptakan Allah kepada
manusia, sehingga alam ini akan marah manakala manusia bertindak serakah dan
tidak bertanggung jawab.
d. Dengan
bertafakkur kepada ciptaan-Nya betapa mengagumkannya tertata dan tersistem
begitu rapi sedemikian rupa, menjadikan bertambah iman kepada Allah Swt. Tidak
hanya dari segi kuantitasnya akan tetapi kualitasnya yang semakin baik.
Pengaplikasian Al-Qur’an,
Hadist dan Alam Semesta
Dalam penggunaan Alquran, hadis,
dan alam semesta kepada praktik kehidupan, banyak sekali contoh dalam keseharian
umat manusia. Misalnya tentang jual beli dan ruba yang hukum dan ketetapannya
telah diatur oleh Al-qur’an, serta terus dipatuhi oleh umat muslim dalam hal
perdagangan. Kemudian Hadist juga banyak dipakai dalam kehidupan umat muslim,
misalnya soal larangan rasul untuk meniup makanan atau minuman, ternyata hal
tersebut memang bisa dibuktikan secara medis. Sedangkan, untuk alam semesta,
pengaplikasiannya cukup mudah dengan melihat tanda-tanda alam di sekitar saja.
Contohnya adalah posisi matahari yang digunakan sebegai penentu waktu sholat.
Kesimpulannya, ketiga hal yang
menjadi sumber meteril kehidupan islam memiliki keterkaitan yang erat, memiliki
fungsi dan tujuannya masing-masing untuk umat manusia sendiri. Sehingga, mampu
diaplikasikan dalam kehidupan dengan sangat baik.
Komentar
Posting Komentar