“ TAUHID SEBAGAI DASAR TUJUAN KEHIDUPAN”
A. Hakikat Tauhid Kata tauhid berasal dari bahasa Arab, masdar dari kata wahhada yuwahhidu. Secara etimologi, tauhid berarti keesaan. Maksudnya, iktikad atau keyakinan bahwa Allah adalah Esa; Tunggal; Satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian tauhid yang digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu “keesaan Allah”; mentauhidkan berarti “mengakui keesaan Allah; mengesakan Allah.”3 Secara istilah syar‟i, tauhid berarti mengesakan Allah dalam hal mencipta, menguasai, mengatur dan memurnikan (mengikhlaskan) peribadahan hanya kepada-Nya, meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya serta menetapkan asma‟ul husna dan sifat al-„ulya bagi-Nya dan mensucikan-Nya dari kekurangan dan cacat. Arti tauhid secara mendasar adalah pengetahuan yang meyakini bahwa sesuatu itu satu. Dalam ajaran Islam, hal ini berkaitan dengan sifat keesaan Allah, bahwa Allah itu satu. Selain meyakini sifat keesaan dan kesempurnaan Allah, orang yang mempelajari dan menerapkan arti tauhid juga meyakini kebenaran setiap ajaran Rasul. Bahwa Rasul merupakan manusia utusan Allah yang diberikan pengetahuan dan pelajaran agar dapat disebarluaskan kepada seluruh umat. Dengan begitu, meyakini kebenaran pengetahuan yang diajarkan Rasul, berarti sudah meyakini keberadaan Allah dan ajaran yang berasal dari-Nya. Dapat dikatakan bahwa ilmu Tauhid adalah ilmu yang membahas ketuhanan Allah, baik yang berhubungan dengan zat-Nya, dengan perbuatan-Nya, maupun yang berhubungan antara seorang hamba terhadap-Nya. Perlu diketahui, Ilmu tauhid juga disebut sebagai ilmu ushul (dasar agama) atau ilmu aqidah. Artinya, ilmu ini menjadi bekal pedoman bagi seluruh umat Islam dalam melakukan kewajibannya sebagai umat beragama. Bukan hanya itu, ilmu tauhid juga membantu umat Islam dalam menerapkan aqidah-aqidah keagamaan yang diperoleh dari dalil atau aturan yang sah. Baik dari kitab suci Al-Quran maupun Hadist. Macam-Macam Tauhid a. Tauhid Rubiyah Dalam terminologi syari‟at Islam, istilah tauhid rububiyyah berarti percaya bahwa hanya Allah satu-satunya pencipta, pemilik, pengendali alam raya yang dengan takdirnya-Nya Ia menghidupkan dan mematikan serta mengendalikan alam dengan sunnah-sunnah-Nya”.Dalam pengertian ini istilah tauhid rububiyah belum terlepas dari akar makna bahasanya.Sebab Allah adalah pemelihara makhluk, para rasul dan wali-wali-Nyadengan segala spesifikasi yang telah diberikannya kepada mereka. b. Tauhid Uluhiyah Tauhid uluhiyah adalah Percaya sepenuhnya bahwa Allah-lah yang berhak menerima semua peribadatan makhluk, dan hanya Allah sajalah yang sebenarnya yang harus disembah.Manusia bersujud kepada Allah, Allah tempat meminta, Allah tempat mengadukan nasibnya, manusia wajib menaati perinta dan menjauhi larangan-Nya. Semua yang berupa kebatilan langsung kepada Allah, tanpa perantara(wasilah).Allah melarang kita menyembah selain-Nya seperti menyembah batu, menyembah matahari, maupun menyembah manusia. c. Asma’ Wa Sifat Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya yang telah Allah tetapkan di Alquran dan Assunah. B. Urgensi Tauhid Tidak dapat diragukan lagi bahwa tauhid merupakan perkara yang sangat penting bagi manusia. Bahkan tauhid adalah penentu selamat dan tidaknya seorang manusia dari api neraka. Maka dari itu, setiap orang yang menginginkan dirinya selamat dari api neraka ia harus mengaplikasikan tauhid di kehidupannya sehari-hari. Di antara urgensi tauhid adalah : Tauhid Adalah Tujuan Manusia Diciptakan Settiap Muslim wajib untuk memprioritaskan tauhid daripada selainnya. Yaitu hendaknya kita mempersembahkan segala ibadah kepada Allah semata dan meninggalkan semua bentuk ibadah kepada selain Allah. Karena tujuan kita diciptakan oleh Allah di dunia ini adalah agar kita mentauhidkan-Nya. Allah Ta’ala berfirman, ََّّل ِليَ ْعبُدُو ِن ِ َس إ ْن ْْلِ ِج َّن َوا ْ ُت ال َو َما َخلَقْ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56). Dan keselamatan seseorang di akhirat kelak ditentukan oleh tauhid. Orang yang mati dalam keadaan bertauhid, maka ia akan selamat di akhirat walaupun membawa dosa yang banyak. Adapun orang yang mati dalam keadaan musyrik, maka ia tidak akan selamat dan merugi selamanya. Tauhid Adalah Syarat Diterimanya Amalan Kebaikan Rabb pencipta dan pengatur alam semesta hanya satu, ialah Allah Ta’ala. Sesembahan yang berhak disembah juga hanya satu, ialah Allah Ta’ala. Dan Allah Ta’ala hanya menerima amalan kebaikan dari orang-orang yang bertauhid. ِقي َن ُمتَّ ْ َما يَتَقَبَّ ُل ََّّللاُ ِم َن ال ِنَّ إ “Sesungguhnya Allah hanya menerima amalan dari orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al Maidah: 27). Tauhid Adalah Kunci Surga Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam: ا من قلبه دخل الجنة من قال َّل إله إَّل هللا صدقً “Barangsiapa yang mengatakan: tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah. Tulus dari hatinya, ia masuk surga” (HR. Abu Ya’la dalam Musnad-nya, 6/10). Namun bukan sekedar pengucapan saja, melainkan juga disertai ilmu dan menjalankan konsekuensinya. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ُم أن َّل إله إَّل هللاُ دخل الجنةَ َمن مات وهو يعل “Barangsiapa yang mati dalam keadaan mengilmui bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah, ia masuk surga” (HR. Muslim no. 26). Tauhid Adalah Inti Dakwah Para Nabi Oleh karena itu Allah mengutus pada Nabi dan Rasul untuk menegakkan tauhid dan mendakwahkannya. Allah Ta’ala berfirman: َو َم و ِن ا نَا فَا ْعبُدُ َ أ َِّلَّ لَهَ إ ِ نَّهُ َّلَ إ َ ْي ِه أ لَ ِ نُو ِحي إ َِّلَّ ْبِل َك ِمن َّر ُسو ٍل إ نَا ِمن قَ ْ ْر َسل َ أ “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian” (QS. Al-Anbiya: 25). Allah Ta’ala juga berfirman: َّطا ُغو َت ِن ا ْعبُدُوا هللاَ َوا ْجتَنِبُوا ال َ أ َّمٍة َر ُسوَّلً ُ نَا فِي ُك ِلِّ أ ْ َولَقَ ْد بَعَث “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’” (QS. An-Nahl: 36). Di dalam ayat tersebut Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada kita bahwa hujjahNya telah ditegakan kepada setiap umat manusia, baik itu umat terdahulu maupun umat di zaman sekarang. Yaitu bahwasanya telah diutus kepada setiap mereka seorang rasul. Dan mereka (para rasul) seluruhnya menyeru umatnya kepada satu hal yaitu: (seruan untuk) beribadah hanya kepada Allah saja tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Tauhid merupakan tugas seorang muslim sepanjang hidupnya Seorang muslim memulai hidupnya dengan tauhid, dan mengakhirinya dengan tauhid pula. Dan tugasnya di dunia ini adalah menegakan tauhid dan senantiasa mengajak manusia kepada tauhid. Karena tauhidlah yang bisa menyatukan orang-orang yang beriman, dan menghimpun mereka semua di atas kalimat tauhid “laa ilaha illallah”. C. Pengaruh dan Manfaat Tauhid Dalam Kehidupan Umat Islam Sesungguhnya Allah menciptakan seluruh alam agar mereka ber`ibadah kepadaNya. M engutus para rasul untuk menyeru semua manusia agar mentauhidkanNya. Dalam AlQuran sendiri banyak surat yang menekankan tentang arti pentingnya tauhid, menjelaskan bahaya syirik atas pribadi dan masyarakat. al Quraan dan as Sunnah menerangkan kepada kita pengaruh yang baik sekali atas tauhid tersebut, dimana tauhid itu jika diamalkan oleh seseorang baik pribadi maupun masyarakat didalam kehidupan serta diwujudkan secara hakiki (murni), niscaya akan menghasilkan buah yang sangat manis diantaranya adalah: “Membentuk kepribadian yang kokoh, ia membuat hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa, tujuan hidupnya jelas, tidak ber`ibadah kecuali hanya satu (ilaah)* saja. Kepada-Nya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang, ia berdo’a dalam keadaan sempit maupun lapang”. Berbeda dengan seorang musrik yang hatinya terbagi untuk Ilaah selain Allah dan ma`buudaat (yang di`ibadati selain Allah `Azza wa Jalla) yang banyak suatu saat ia menghadap kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati. Artinya terkadang ia meminta kepada yang hidup sebagai perantara (wasilah) antara ia dengan Allah Jalla wa `Alaa untuk menyampaikan hajat hajat mereka, seperti tuan guru, kyai, jin, syaithon dan lain sebagainya. Adapun pada yang mati, seperti berziarah kekuburan para wali yang dikeramatkan, sunan sunan, tempat tempat keramat, dan sejenisnya. Ini adalah ciri hati orang yang sudah terpecah pecah akibat kesyirikan demikian pula orang-orang yang aqidahnya tidak lurus, tauhidnya tersesat lagi tidak tepat kepada Allah Subhaana wa Ta`aalaa, Manfaat Tauhid Ilmu tauhid sangat bermanfaat bagi seorang muslim karena akan menambah kuat keimanan dan ketakwaan seseorang. Berikut 7 manfaat ilmu tauhid: 1.Tauhid yang kuat akan menumbuhkan sikap kesungguhan, pengharapan dan optimisme di dalam kehidupan. 2. Orang yang bertauhid jika suatu saat dikaruniai harta, maka ia akan bersyukur 3. Dengan bertauhid akan mendidik akal manusia supaya berpandangan luas dan mau mengadakan penelitian tentang alam. 4. Orang yang bertauhid akan merendahkan diri dan tidak tertipu oleh hawa nafsu yang ada pada dirinya. 5. Dengan mentauhidkan Allah, kita akan menjauhkan diri dari angan-angan yang kosong. 6. Dengan bertauhid yang benar akan diliputi ketenangan dan pengharapan. 7. Orang yang menjaga tauhidnya akan menjamin seseorang akan masuk surga, tempat yang penuh dengan kenikmatan D. Hal-Hal Yang Bertentangan dengan Tauhid 1. Syirik Syirik adalah menyamakan sesuatu selain Allah dengan Allah pada apa yang menjadi kekhususan Allah. Yang dimaksud dengan penyamaan disini adalah semua bentuk kesekutuan, baik Allah menyamai yang lain pada kesekutuan itu, maupun Allah melebihinya. Secara khusus syirik yaitu menjadikan sesuatu selain Allah sebagai Tuhan yang disembah dan ditaati disamping Allah. Menurut Yusuf Qardhawy dalam bukunya Hakikat Tauhid dan Fenomena Kemusyrikan, Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah dalam halhal yang merupakan hak murni Allah. Seperti menjadikan Tuhan atau beberapa Tuhan selain Allah yang disembah, ditaati, dimintai pertolongan, dicintai atau lainnya. Penyabab Syirik ada dua, yang pertama, kaum musyrik dahulu membuat sekutu bagi Allah dari Malaikat, wali atau orang sholeh kecuali jika mereka merasakan kemakmuran dan kelonggaran. Begitu mereka berada di dalam kesempitan, maka dengan serta merta, mereka berdo’a dengan tulus dan murni hanya kepada Allah. Sebab Kedua adalah orang dahulu menyekutukan Allah dengan manusia yang sholeh atau dengan batu dan pohon. Tetapi orang sekarang justru membuat orang yang faseq penuh dosa sebagai sekutu Allah 2. Kufur kufur berarti mengingkari suatu bagian dari ajaran Islam dimana tanpa bagian itu keislaman seseorang menjadi batal atau tidak sempurna. Pendapat lain mengatakan, kufur adalah menolak kebenaran setelah mengetahuinya. Ini berarti bahwa orang yang menolak kebenaran dan berbuat kufur karena kebodohannya, serta menganggap bahwa dia telah melakukan sesuatu yang tidak bertentangan ajaran Islam dan tidak membatalkan iman, maka orang yang demikian tidak dianggap kufur, kecuali bila telah sampai kepadanya keterangan yang hak, tetapi ia masih tetap menolaknya, maka ia telah berbuat kufur 3. Nifaq’ Nifaq dalam bahasa Arab diambil dari akar kata Nafiqul Yarbu’ yang berarti lubang tikus, karena biasanya tikus selalu menampakkan jalan masuknya ke lubang, namun tidak menampakkan jalan keluarnya. Jadi, arti dasarnya adalah menampakkan sesuatu dan menyembunyikan lawannya. Dalam terminologi syariat Islam, nifaq adalah menampakkan apa yang sesuai dengan kebenaran, dan menyembunyikan apa yang bertentangan dengannya. Jadi, siapa saja yang menampakkan sesuatu yang sejalan dengan kebenaran, dan menyembunyikan apa yang bertentangan dengannya. Jadi, siapa saja yang menampakkan sesuatu yang sejalan dengan kebenaran didepan orang banyak, padahal kondisi batin atau perbuatannya yang sebenarnya tidak demikian, maka dialah yang disebut munafiq. Kepercayaan atau perbuatannya disebut nifaq. Nifaq ada dua macam; yaitu nifaq besar dan nifaq kecil. Nifaq besar (nifaq aqidah) adalah menyembunyikan kekufuran dalam hati dan menampakkan keimanan dalam lisan dan perbuatan. Nifaq kecil (nifaq amali) adalah bila perbuatannya yang tampak berbeda dengan apa yang diperintahkan oleh syariat Islam 4. Murtad Istilah murtad jika dimaknai secara umum merupakan perbuatan yang mengingkari, meninggalkan agama Islam dan ajarannya, kemudian berpindah dari agama Allah saw ke agama lain, misalnya Nasrani atau yahudi tanpa ada paksaaan dan memang atas kesadarannya sendiri (Yusuf Qadhawy,1998 : 55). Islam tidak pernah memaksa setiap individu untuk masuk ke dalamnya namun tidak seharusnya Islam menjadi bahan permainan dengan keluar masuknya aliran kemurtadan yang menjalar sehingga merusah kemurnian ajarannya dan menyebarkan bid’ah syayiah untuk mempengaruhi aqidah umat Islam. E. Hal-Hal Yang Merusak Tauhid Fenomena kesyirikan dan pelanggaran tauhid banyak terjadi di masyarakat kita, karena kurangnya pengetahuan mereka tentang masalah tauhid dan keimanan, serta hal-hal yang bisa mendangkalkan bahkan merusak akidah (keyakinan) seorang muslim. Semakna dengan ayat di atas Allah Ta’ala juga berfirman, ِ ُمْؤ ِمنِي َن} ْو َح َر ْص َت ب ُر النَّا ِس َولَ َ ْكثَ {َو َما أ “Dan sebagian besar manusia tidak beriman (dengan iman yang benar) walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS Yusuf:103). Artinya: Mayoritas manusia walaupun kamu sangat menginginkan dan bersunguhsungguh untuk (menyampaikan) petunjuk (Allah), mereka tidak akan beriman kepada Allah (dengan iman yang benar). Karena mereka memegang teguh (keyakinan) kafir (dan syirik) yang merupakan agama (warisan) nenek moyang mereka. Dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih menegaskan hal ini dalam sabda beliau َح َق قَبَائِ ُل ِم ْن ْ َحتَّى تَل ا َن« ال َّسا َعةُ ْوثَ ل ُم ْشِر ِكي َن َو َحتَّى يَ ْعبُدُوا األَ ْ ِا َّمتِي ب ُ َّلَ تَقُو ُم أ “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan Ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan syirik terus ada dan terjadi di umat Islam sampai datangnya hari kiamat. Allah Ta’ala berfirman: ُر ُه ْم َك َ ْكثَ قُو َن ال َّس ْم َع َوأ ْ ثِيٍم، يُل َ ا ٍك أ فَّ َ ِّئُ ُكْم َعلَى َم ْن تَنز ُل ال َّشيَا ِطي ُن، تَنز ُل َعلَى ُك ِلِّ أ ِ نَب َه ْل أ اِذبُو َن ُ “Apakah akan Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yang mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta” (QS asy-Syu’araa’:221-223). sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ala)”. Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman: َّطا ُغو ِت ِال ْر ب ْكفُ َم ْن يَ ٌم فَ َو ََّّللاُ َسِمي ٌع َعِلي َها لَ َ َصام قَى َّل اْنِف ْ ُوث ْ عُ ْرَوةِ ال ْ ِال ْم َس َك ب ِد ا ْستَ ِا ََّّللِ فَقَ َويُ ْؤ ِم ْن ب “Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah (semata-mata), maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat (dan) tidak akan putus (kalimat tauhid Laa ilaaha illallah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS al-Baqarah:256). Contoh perbuatan perusak tauhid : 1. Memakai segala bentuk cincin atau benang-benang buhul baik terbuat dari kuningan atau tembaga atau terbuat dari besi atau kulit untuk menolak atau menghilangkan bala. Ini adalah perbuatan syirik. 2. Jampi-jampi atau mantera-mantera bid’ah yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah. , gendam dan segala bentuk Tamimah serta azimat-azimat dan kata-kata yang tidak dapat dimengerti dari jampi-jampi, meminta tolong kepada jin dalam mengungkap bentuk penyakit atau mengobati sihir ataupun dengan mengalungkan tamimah pada leher-leher manusia atau binatang baik berbentuk benang atau ikatan-ikatan yang tertulis dengan kalimat-kalimat bid’ah yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah atau bahkan tertulis dengan al-Qur’an serta As-Sunnah, karena menurut pendapat yang benar hal ini tidak dibolehkan, karena perbuatan ini sebagai perantara terjadinya perbuatan syirik. 3. Termasuk perkara-perkara yang merusak tauhid adalah berkorban dengan menyembelih untuk selain Allah Ta’ala seperti untuk para wali, syetan-syetan dari jin dan manusia dengan maksud untuk mendapatkan manfaat dan atau menolak bahaya dari mereka, perbuatan inilah yang disebut syirik besar. 4. Sebagaimana tidak diperbolehkan menyembelih untuk selain Allah Ta’ala, tidak diperbolehkan pula menyembelih ditempat yang dilakukan penyembelihan untuk selain Allah Ta’ala walaupun dia bermaksud menyembelih untuk Allah Ta’ala ( seperti di tempat peribadatan orang-orang musyrik, dsb ) yang demikian ini untuk menutup jalan menuju kesyirikan. 5. Bernadzar kepada selain Allah Ta’ala, karena nadzar adalah ibadah yang tidak boleh ditujukan kepada selain Allah Ta’ala. 6. Meminta pertolongan serta perlindungan kepada selain Allah Ta’ala. 7.Termasuk perkara yang merusak tauhid adalah berlebih-lebihan dalam mengkultuskan para wali dan orang-orang saleh, yaitu dengan menyamakan derajat mereka dengan Rasulullah SAW. atau menyangka bahwasannya diantara mereka ada yang mencapai derajat ma’sum ( tidak pernah salah ). F. Tauhid Sebagai Dasar Ideologi Basis ontologi tauhid wujud sebagai pandangan dunia adalah memandang semesta sebagai satu kesatuan,tidak terbagi atas dunia kini dan akhirat nanti,atas yang alamiah dan yang supra alamiah, atau jiwa raga. Untuk menjadikan islam sebagai ideologi yang mampu dipraksiskan dalam kehidupan dan memberi implikasi yang positif bagi manusa. Tauhid tidak hanya sekedar pemahaman,tauhid adalah sebuah ideologi pembahasan. Hubungan tauhid dengan sains dan teknologi secara garis besar dapat dilihat berdasarkan tinjauan ideology tauhid yang mendasari hubungan keduanya, ada tiga paradigma. Paradigma sekuler. paradigma sosialis, Paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Dan Tuhan adalah pengetahuan tantang alam semesta sebagai salah satu efek tindak kreatif ilahi. Pengetahuan tentang hubungan antara Tuhan dan dunia, antara pencipta dan ciptaan, atau antara prinsip Ilahi dengan manifestasi kosmik, merupakan basis paling fundamental dari kesatuan antara sains dan pengetahuan spiritual.
Komentar
Posting Komentar