Postingan

Manusia dan Agama

#Bisakah manusia hidup tanpa agama? Bisa -jika agama dimaknai hanya sekedar formalitas -joka agama hanya sebagai identitas Tidak -jika agama dimaknai sebagai fitrah keberkahan -jika agama dimaknai sebagai keyakinan adanya kekuatan superior diluar kemampuan manusia #Manusia dalam Al-Qur'an Al-Basyar Biasa  disebut human being, manusia yang (sekedar) ada; •Manusia biasa, tidak memiliki "kesaktian" apapun; Cenderung diam dan menerima apa adanya; • Kehadirannya . tidak membawa angin perubahan apapun;. Bukan tipe ideal, sebab tidak mampu membawa manfaat bagi orang lain. Al-Insan Makhluk yang menjadi, yang selalu berproses (human becoming); Memiliki karakter bergerak dinamis menuju arah. kesempurnaan; Keberadaannya akan membawa manfaat bagi orang lain; Tipe manusia ideal;Mengandung makna 'spirit ketuhanan', karena ia adalah manusia yang bercita-cita agung. An-Nas Merujuk pada arti manusia secara luas, bukan sekedar individu; • Biasa diterjemahkan dalam bahasa Inggris, p...

Jihad Dalam Islam

 PENGERTIAN JIHAD Ketika berbicara tentang jihad maka tidak lepas dari dua term lain yang terkadang dikaitkan dengannya, al-qitâl dan al-harb. Sekilas, tiga kata ini memiliki kesamaan makna, namun jika ditelurusi lebih lanjut, akan terdapat perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Secara etimologi, jihad berasal dari kata kerja jâhada-yujâhidu, masdarnya jihâdan wa mujâhadatan. Dalam Lisan al-‘Arab, Ibnu Mandzur menjelaskan bahwa jihad berasal dari kata al-juhd artinya al-tâqah (kekuatan), al-wus’u (usaha) dan al-masyaqqah (kesulitan). Pendapat Ibnu Mandzur ini senada dengan Muhammad Murtadha al-Husni al-Zabidi dalam Tâju al-‘Arus, namun sedikit berbeda dengan Muhammad bin Abi Bakar bin ‘Abdi al-Qadir alRazi dalam Mukhtar al-Shahâh yang menyebutkan jihad berasal dari kata al-juhd artinya al-tâqah, atau al-jahd artinya almasyaqqah. Dengan demikian, asal kata jihad adalah al-jahdu dengan mem-fathah-kan huruf jîm atau al-juhdu dengan mendhammah-kan huruf jîm, yang artinya al-tâqah (...

Pendidikan Islam

 Pengertian Metode Pendidikan Islam Secara etimologi, kata ini berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti melalui dan hodos berarti jalan atau cara. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata metode diartikan sebagai cara yang teratur yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki; cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Di samping itu dalam kamus Ilmiah Populer, kata metode diartikan dengan cara yang teratur dan sigtimatis untuk pelaksanaan sesuatu; cara kerja.  Secara etimologi, Umar Muhammad mendefinisikan bahwa metode mengajar bermakna segala kegiatan terarah yang dikerjakan oleh guru dalam rangka memantapkan mata pelajaran yang diajarkannya. Semua ini bertujuan menolong murid- muridnya agar mencapai proses belajar yang dinginkan dan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka. Selain itu, ada yang mendefinisikan bahwa metode adalah seperang...

Al-Qur’an dan Fakta Ilmiah.

  Al-Quran berasal dari bahasa Arab yang artinya bacaan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa kata Al-Quran adalah masdar yang di artikan dengan isim maf’ul, yakni  maqru’  artinya sesuatu yang di baca. Maksudnya, Al-qur’an itu adalah bacaan yang di baca. Secara istilah, Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW, untuk di sampaikan umatnya secara berangsur-angsur melalui Malaikat Jibril dan membacanya adalah ibadah. Al-Quran adalah sumber hukum Islam yang pertama. Al-Quran sebagai sumber hukum dan pedoman hidup umat manusia memiliki beberapa  keistimewaan  dan kelebihan di banding dengan kitab-kibat suci lainnya sebagai berikut : Al-Quran memuat ringkasan mengenai ajaran-ajaran tentang ketuhanan yang pernah tertulis di kitab-kitab lainnya (sebelumnya) seperti Zabur, Taurat dan Injil. Al-quran memuat kalam-kalam Allah yang menjadi pedoman hidup manusia sepanjang masa. Al-Quran adalah sumber ilmu p...

Peran Al-Qur’an dalam Pengembangan Keilmuan.

  Al Qur’an adalah mukjizat yang memberikan banyak peluang bagi akal dan hati, dia juga memberi khitab kepada fitrah manusia sepanjang masa dan tempat. Al-Qur’an adalah kitab petunjuk, demikian hasil yang kita peroleh dari mempelajari sejarah turunnya. Ini sesuai pula dengan penegasan Al-Qur’an : Petunjuk bagi manusia, keterangan mengenai petunjuk serta pemisah antara yang hak dan batil. (QS Al-Baqarah :185).  Dalam Al-Qur’an memuat perspektif mengenai banyak hal, termasuk di dalamnya ilmu diniyah, lughawiyah dan ilmu-ilmu umum. Tak lupa pula hubungan yang terkait diantaranya.  Ilmu Diniyah adalah Ilmu Agama. Ia adalah ilmu seputar dasar-dasar keimanan, Rukun Iman, Rukun Islam, tata-cara ibadah, hukum halal-haram, akhlak, ilmu Al Qur’an, ilmu Hadits, serta kaidah-kaidah ilmiah. Bagi orang-orang tertentu yang menempuh jalan sebagai ulama, ilmu ini harus dipahami secara detail (terperinci), hingga ke cabang-cabangnya.   Untuk memperoleh ilmu ini tentu harus belajar ke...

Macam-Macam Tafsir Al-Qur'an

     Istilah tafsir merujuk kepada Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 33 ( Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar, dan penjelasan yang terbaik ). Secara etimologi, tafsir berarti menjelaskan (الايضاح), menerangkan (التبيين), menampakan (الاظهار), menyibak (الكشف) dan merinci (التفصيل). Tafsir berasal dari isim masdar dari wajan (تفعيل). Kata tafsir diambil dari bahasa arab yaituيفسّر تفسيرا فسّر yang artinya menjelaskan. Pengertian inilah yang dimaksud di dalam lisan al arab dengan كشف المغطلى ( membuka sesuatu yang tertutup ). Pengertian tafsir secara bahasa ditulis oleh Ibnu Mahdzur ialah membuka dan menjelaskan maksud yang sukar dari suatu lafaz. Pengertian ini pulalah yang diistilahkan oleh para ulama tafsir dengan ايضاح و التبيين ( menjelaskan dan menerangkan ). Di dalam kamus bahasa indonesia kata “ tafsir” diartikan dengan keterangan atau penjelasan tentang ayat-ayat Al-Qur’an. Tafsi...

Nasikh wal Mansukh

  Naskh secara bahasa artinya: menghilangkan, menghapuskan, memindahkan, menulis. Adapun secara istilah, maka ada dua macam: Pertama. Naskh menurut istilah para ulama ushul fiqih Muta-akhirin. Mereka memiliki ta’rif yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa adanya naskh dalam syari’at atau adanya ayat Al-Qur’an yang mansukh (dihapus hukumnya/lafazhnya) oleh ayat lain ditunjukkan oleh dalil naql (ayat/hadits), dalil akal, dan ijma’. Dalil naql : Firman Allah SWT:  "Apa saja ayat yang kami nasakhkan (hapuskan)..."  (QS Al Baqarah: 106). Meneguhkan keyakinan bahwa Allah tidak akan terikat dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan logika manusia. Sehingga dalam fikiran manusia tak kan pernah bisa mengikat Allah SWT. Allah mampu melakuan apa saja, sekalipun menurut manusia hal tersebut tidak logis. Tetapi Allah akan menunjukkan, bahwa kehendaknyalah yang akan terjadi, bukan kehendak kita sehingga diharapkan dari keberadaan nasikh dan mansukh ini aknan mampu meningkatk...